
NonStop Reading – artofthestates.org – Ryugyong Hotel Gedung Indah 105 Lantai 3 Kisah Menarik! Kalau kamu pernah melihat gedung tinggi berbentuk segitiga tajam berdiri gagah di tengah Pyongyang, itulah Ryugyong Hotel bangunan raksasa yang tampak seperti campuran kapal luar angkasa dan tugu zaman di gital. Meski di sebut sebagai hotel, bangunan ini menyimpan lebih banyak tanya daripada jawaban. Tapi tenang, kita gak bakal bahas dengan gaya serius-serius amat. Siap untuk kisah gedung 105 lantai paling absurd di dunia? Cus langsung aja!
Dibangun Dengan Semangat, Tapi Lama Ditinggalkan
Kalau di hitung dari awal mulainya, proyek ini udah berumur lebih dari 30 tahun. Ryugyong Hotel Gedung ini mulai di bangun tahun 1987, dengan niat membara untuk menyaingi gedung-gedung pencakar langit di Seoul dan Tokyo. Bayangin deh, Korea Utara pengen bilang ke dunia, “Kami juga bisa bikin gedung keren!”
Tapi kenyataan berkata lain. Setelah pembangunan jalan beberapa tahun, proyek ini tiba-tiba mandek. Tahun 1992, semuanya berhenti. Alasannya? Lagi-lagi ekonomi. Krisis finansial melanda, dan konstruksi pun terbengkalai. Sampai-sampai, selama dua dekade lebih, gedung ini berdiri tanpa jendela. Hanya beton kosong yang menjulang tinggi seperti hantu kota. Bahkan, warga lokal pun menjulukinya sebagai “Gedung Hantu.”
Desain Segitiga Ryugyong Hotel yang Bikin Melongo
Bentuk Ryugyong memang gak biasa. Tinggi mencapai 330 meter dengan 105 lantai, Ryugyong Hotel gedung ini punya desain segitiga dengan tiga sisi lurus yang mengerucut ke atas. Di puncaknya, ada struktur berbentuk kerucut yang di tutup menara kecil. Sekilas, gedung ini mirip peluncur roket yang siap melesat ke luar angkasa.
Kenapa bentuknya kayak gitu? Konsep ini katanya di rancang buat menunjang fungsi hotel besar dengan ratusan kamar dan restoran berputar di puncaknya. Walaupun terdengar mewah, kenyataannya fasilitas itu belum pernah di gunakan. Bahkan hingga hari ini, tidak ada tamu yang pernah tidur di dalamnya. Ironis, ya? Gedung yang di sebut hotel tapi belum pernah nerima check-in satu pun.
Pernah Diremajakan Tapi Belum Benar-Benar “Hidup”
Tahun 2008, proyek ini tiba-tiba hidup lagi. Ryugyong Hotel Perusahaan dari Mesir Orascom turun tangan dan mulai memasang panel kaca di seluruh permukaan luar. Dalam waktu dua tahun, tampilan luarnya berubah drastis. Gedung yang dulu kusam dan gelap, sekarang terlihat kinclong dan modern dari kejauhan.
Tapi, jangan senang dulu. Meski tampilan luar udah glowing kayak artis TikTok, bagian dalamnya masih misterius. Belum ada info resmi soal isi di dalam sana. Ada laporan yang bilang bahwa lift belum jalan, ada juga yang bilang kalau interiornya belum selesai 100%. Hanya segelintir orang yang pernah masuk, dan sisanya cuma bisa nebak-nebak sambil mangap dari luar pagar.
Ryugyong Hotel Dari Simbol Kekuatan Menjadi Simbol Diam-Diaman
Gedung ini awalnya di bangun buat nunjukin taring Korea Utara ke dunia internasional. Tapi kenyataannya malah jadi simbol yang bikin negara itu malu-malu sendiri. Selama bertahun-tahun, foto dan citra Ryugyong Hotel di hapus dari brosur pariwisata. Bahkan di siaran berita lokal, gedung ini sering “di sensor” dari latar belakang.
Lalu, kenapa sekarang di biarin berdiri begitu aja? Nah, ini bagian paling bikin mikir. Bisa jadi karena ukurannya yang gede banget, membongkarnya bakal makan biaya lebih besar dari membiarkannya kosong. Atau, bisa juga karena gedung ini di anggap sebagai pengingat akan ambisi masa lalu yang belum kesampaian.
Kesimpulan
Dari luar, Ryugyong Hotel memang kelihatan megah, tajam, dan futuristik. Tapi di balik lapisan kacanya, tersembunyi cerita tentang ambisi, penundaan, dan harapan yang masih menggantung. Gedung ini bukan cuma soal arsitektur, tapi juga soal ego, mimpi, dan bagaimana satu proyek bisa jadi monumen bisu dari era tertentu. Mungkin suatu saat, gedung ini bakal hidup lagi. Tapi untuk sekarang, di a tetap jadi penonton di am di langit Pyongyang tinggi, misterius, dan penuh cerita yang belum selesai.