
NonStop Reading – artofthestates.org – Benteng Marlborough Bengkulu Saksi Bisu Ambisi Inggris! Di tepi barat Pulau Sumatra, ada bangunan kokoh yang masih berdiri tegas meski waktu terus melaju. Benteng Marlborough di Bengkulu bukan hanya sekadar tumpukan batu tua ia adalah potret ambisi kolonial Inggris yang sempat mengakar di tanah Nusantara. Bangunan yang megah ini tak hanya menyimpan sejarah, tapi juga menyuguhkan atmosfer misterius yang menggoda rasa ingin tahu siapa pun yang datang.
Bangunan Gede, Niat Besar
Benteng ini di bangun Inggris pada awal abad ke-18, dan pastinya bukan tanpa alasan. Waktu itu, Inggris lagi gencar-gencarnya cari pijakan kuat di kawasan Asia Tenggara. Bengkulu pun di pilih sebagai lokasi strategis. Tapi jangan bayangin mereka sekadar numpang lewat benteng ini jadi markas besar yang di buat serius, lengkap dengan tembok tebal dan gaya arsitektur Eropa yang kental.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di sana, kesan megah dan penuh kekuasaan langsung terasa. Bentuk bangunannya menyerupai kura-kura raksasa jika di lihat dari atas—unik dan penuh simbol kekuatan. Di sisi lain, ada lorong-lorong panjang dan ruang-ruang gelap yang di am-di am menyimpan banyak cerita.
Meski di bangun dengan tujuan mempertahankan kekuasaan, benteng ini juga jadi saksi kekacauan, perang kecil, dan manuver politik antar penjajah. Belanda pernah mencoba merebutnya, rakyat lokal juga sering memberikan perlawanan di am-di am. Jadi, bukan hanya di nding yang tebal, tapi juga sejarahnya.
Pusat Kekuasaan yang Tak Bertahan Lama
Menariknya, meski di bangun dengan ambisi besar, Inggris tak lama memegang kendali penuh di Bengkulu. Serangkaian perjanjian internasional mengubah peta kekuasaan. Akhirnya, Bengkulu pun berpindah tangan ke Belanda sebagai “tukar guling” atas wilayah lain yang lebih di incar Inggris—Singapura.
Namun, jejak Inggris di Benteng Marlborough tetap sulit di hapus. Dari gaya arsitekturnya, prasasti-prasasti berbahasa Inggris, hingga suasana yang agak beda dari kebanyakan bangunan kolonial Belanda. Bahkan beberapa sudutnya terkesan seperti bangunan Eropa mini yang nyasar ke Asia.
Warga sekitar pun sudah akrab dengan keberadaan benteng ini. Ada yang menganggapnya sakral, ada pula yang mengaitkannya dengan kisah misteri. Tak jarang pengunjung datang malam-malam demi merasakan aura yang katanya “beda banget” dari tempat wisata lain.
Pusat Aktivitas, Kini Tempat Refleksi
Sekarang, benteng ini sudah berubah fungsi. Dari pusat militer dan kekuasaan, kini jadi salah satu destinasi ikonik di Bengkulu. Tapi yang bikin menarik bukan cuma karena bangunannya yang tua, melainkan karena cerita di baliknya yang tak lekang oleh zaman.
Banyak pelajar datang ke sini untuk belajar sejarah secara langsung. Guru pun lebih mudah menjelaskan tentang kolonialisme dengan cara yang nyata, bukan sekadar lewat buku teks. Anak-anak muda pun sering memanfaatkan lokasi ini buat foto prewedding, vlog sejarah, hingga konten TikTok bertema horor.
Di sekitar benteng, pengunjung bisa berjalan-jalan sambil menghirup udara laut. Karena lokasinya dekat pantai, angin laut bertiup kencang, bikin suasana makin syahdu. Kadang, kamu bisa mendengar deburan ombak berpadu dengan langkah kaki para turis yang sedang berburu konten Instagram.
Tak jauh dari benteng, juga ada pasar tradisional, museum kecil, dan deretan warung dengan sajian khas Bengkulu. Jadi setelah puas menyusuri lorong-lorong masa lalu, kamu bisa langsung mengisi energi dengan kuliner lokal yang nggak kalah menggoda.
Kesimpulan: Sejarah yang Masih Bernapas
Benteng Marlborough bukan sekadar bangunan tua yang berdiri di am. Ia adalah saksi keras kepala dari masa lalu yang keras kepala juga. Dulu di bangun sebagai simbol dominasi, kini berubah jadi ruang kontemplasi. Dari tempat penuh intrik kolonial, kini jadi titik temu warga dan pengunjung dari berbagai penjuru.
Menelusuri lorong-lorongnya berarti menyusuri ambisi, perlawanan, dan juga absurditas sejarah. Di tengah dunia yang serba di gital, keberadaan tempat seperti ini mengingatkan kita bahwa sejarah bukan hanya angka dan nama, tapi juga ruang yang bisa di sentuh, di lihat, dan di rasakan. Kalau kamu penggemar sejarah, atau sekadar suka tempat yang beda dari biasa, Benteng Marlborough layak masuk daftar kunjunganmu. Di sinilah kita bisa berdiri, menatap masa lalu sambil tetap melangkah ke masa depan. Karena sejatinya, benteng ini bukan cuma untuk di kenang, tapi juga di pahami.